Budidaya Ikan Nila Biru
Ikan nila, banyak
dikembangkan oleh petani
ikan, karena pertumbuhannya
sangat cepat. Ada dua jenis
ikan nila yang telah banyak
dikenal, yakni ikan nila merah
dan nila hitam. Ada satu jenis
lagi yang baru dikembangkan,
ikan nila biru.
Salah satu tempat budidaya
ikan nila biru, terdapat di
Salopa, Tasikmalaya, Jawa
Barat. Di tempat ini, budidaya
dilakukan di danau buatan,
pengelolanya haji cuncun.
Untuk mencapai lokasinya dari
Jakarta dapat melalui jalan tol
Cipularang, keluar di pintu tol
Cileunyi, Bandung. Selanjutnya
menuju Tasikmalaya, Jawa
Barat.
Ikan nila biru yang
dibudidayakan di danau
buatan ini lebih cepat besar
karena didukung faktor alam.
Danau buatan sedalam 6 meter
ini airnya bersih dan bebas dari
limbah. Sehingga dalam waktu
4 bulan, bibit ikan seukuran
ibu jari, dapat berkembang
menjadi ikan seberat satu
kilogram per ekor.
Dari 2 kwintal bibit ikan yang
dibesarkan di danau buatan ini,
dalam waktu 4 bulan akan
berkembang menjadi ikan
seberat 2 ton. Proses
pembesaran ikan nila biru
disini lebih efisien dan
biayanya lebih mura.
Pakan ikan dibuat dari limbah
roti dan kue, yang dicampur
dengan kulit telor. Pakan yang
telah diolah diletakkan di
tengah danau, sehingga ikan
akan berkumpul di tengah-
tengah danau.Namun ikan nila
biru tidak boleh diperlakukan
sembarangan, karena jika cacat
sedikit saja, ikan akan mati.
Salah satu kelebihan budidaya
di danau buatan seperti ini,
tidak perlu dilakukan proses
pembibitan. Pembibitan
berlangsung secara alami,
karena induk ikan nila biru
akan menghasilkan anakan
secara alami.
Danau buatan seluas seribu
meter persegi ini, dapat
menampung lebih dari 4 ton
ikan. Jika akan dipanen, air
danau dikeringkan, sehingga
ikan dapat diambil dengan
mudah.